Peran Indonesian Overseas untuk Kemajuan Bangsa dan Negara, itulah tema dialog kebangsaan yang diusung oleh PKS Jerman dalam cara akhir tahun sekaligus Musywil yang bertempat di Darmstadt, Jerman. Rangkaian acara berlangsung dari 26-28 Desember 2008 mendatangkan peserta dari berbagai negara di Eropa, hadir sekitar 150 peserta dari penjuru Jerman, Swis, Austria, dan Swedia.Acara dialog merupakan rangkaian terakhir dari Muswil. Dengan pembicara yaitu Ir. Bambang Suryo Darwanto (tokoh masyarakat RI Jerman, manager quality insurance di salah satu perusahaan pesawat terbang terkemuka di Muenchen, Jerman), Dr. Willy Wirantaprawira (perwakilan PDI-P Jerman), dan Dipl.-Ing. Surya Faisal Danuningrat (Ketua PIP PKS Jerman). Acara berlangsung dengan penuh dengan nuansa kekeluargaan, tak ada sekat parpol, golongan, dan jabatan. Yang ada adalah bersama memikirkan apa konribusi riil WNI di luar negeri untuk bangsa Indonesia.
”Andaikata keberadaan WNI bisa dikelola dengan baik, maka kekuatan potensi yang ada itu sebenarnya bisa membawa ide konkrit untuk perbaikan bangsa dan negara. Dan kalau potensi yang ada itu disatupadukan akan menjadi sumber kekuatan perubahan dan inspirasi yang besar” ungkap Bung Wili, panggilan yang diberikan peserta karena semangat nasionalime yang tinggi walau sudah berumur 69 tahun.
Ir. Bambang menambahkan, ”Tak sedikit masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. Dengan latar belakang yang beragam mulai dari akademisi, pekerja, pengusaha, hingga pelajar dengan berbagai jenjang merupakan aset bagi bangsa dan negara. Dengan bekal pengalaman dan pendidikan di luar negeri, potensi masyarakat Indonesia jika dikelola dengan baik pastilah akan memberikan efek positif untuk kemajuan bangsa”.
Ketua PK Jerman. Ir. Faisal memberikan pencerahan kepada peserta, ”Sekat-sekat parpol, agama, ormas, dan suku bangsa tidak boleh menghalangi semua elemen bangsa untuk berkontribusi untuk bangsa. Ide kongkrit dari acara ini adalah bagaimana WNI luar Negeri membantuk aliansi untuk bersama-sama membangun negeri.” Beliau menambahkan, ”Potensi ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi di negeri ini (Jerman) seharusnya bisa menjadi bahan refleksi dan solusi untuk negara kita. Teruslah menggali potensi ini dimanapun kita berada di luar negeri. Kelak setelah Anda pulang, berkaryalah demi bangsa” ungkap ketua PKS Jerman ini.
Saatnya isu-isu kebangkitan Indonesia digalakkan, WNI di luar negeri perlu diberdayakan. Tak hanya berkutat masalah politik 2009, perlu adanyanya konsolidasi bersama untuk memaksimalkan potensi anak bangsa untuk berkontribusi riil bagi Indonesia. Banyak negara di dunia yang telah memberi pelajaran seperti Cina, Taiwan dan India dalam memaksimalkan potensi anak bangsa di luar negeri. Mereka mampu memanfaatkan potensi warga negara untuk berkontribusi riil untuk negaranya. Semua elemen bertanggung jawab untuk mengelola aset bangsa ini, bukan sekedar dijadikan aset devisa semata, namun pengalaman dan ilmu mereka dibutuhkan untuk kemajuan bangsa dan negara.
Februari 12, 2009 at 10:58 pm
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb
salam kenal tuk semua…
terus semangat wahai para duta bangsa, ummah sedang menunggu kehadiran Anda2 semua, dengan harapan bisa membawa mereka kearah yang lebih baik